Kenikmatan Baru Novi dan Panji

Kenikmatan Baru Novi dan Panji Kenikmatan Baru Novi dan Panji

Status: Finished

Genre: Erotica

Details

Status: Finished

Genre: Erotica

Summary

Sebuah cerita mengenai penemuan Novi dan Panji, sebuah kenikmatan baru bernama Bondage.

Summary

Sebuah cerita mengenai penemuan Novi dan Panji, sebuah kenikmatan baru bernama Bondage.

Content

Submitted: March 13, 2012

A A A | A A A

Content

Submitted: March 13, 2012

A A A

A A A


 

Panji bisa merasakan belaian sang istri tercinta di pipinya. Keringat kecil membasahi keningnya. Sudah berapa lama dia duduk di kursi di hotel ini, ia tidak bisa memastikan. Tapi yang pasti waktu tersebut adalah waktu terbaik yang ia pernah bagi bersama istrinya setelah sekian lama. Entah malaikat (atau setan?) mana yang merasuki istrinya beberapa saat yang lalu (sejam ? dua jam? waktu terasa begitu cepat … ). Ada rasa tidak percaya di dalam diri Panji,  bagaimana istrinya yang terlihat begitu innocent, bisa melakukan hal-hal yang baru saja dia lakukan. Disaat yang sama, dia juga merasakan gairah yang belum pernah dia rasakan sebelumnya ...

 

'sayang…' Istrinya, Novi,  memanggil dari kegelapan. Panji berusaha mencari sumber suara, ternyata sulit dengan dasi menutupi matanya. 

 

Terdengar suara istrinya tertawa kecil, tidak bisa menahan rasa geli melihat Panji yang biasanya begitu macho tampak begitu tidak berdaya…

Sudah sekitar tiga jam lebih  Novi menikmati keadaan ini, ada rasa takut juga sebenarnya, tapi ia merasa tenang melihat Panji yang sepertinya sangat menikmati permainan yang baru pertama kali mereka lakukan.

___________________________

 

Semua ini dimulai ketika Novi menemukan artikel-artikel di Internet, pada suatu siang yang membosankan, tentang cara membangkitkan kembali gairah dalam pernikahan. Awalnya Novi hanya menganggap sepintas lalu artikel-artikel tersebut, bahkan ada rasa takut, apalagi dengan gambar-gambar cukup provokatif yang memperlihatkan seorang pria dengan mata di blindfold dan tangan terikat, tapi semakin ia membaca, semakin ia tenggelam…

 

Keadaan di rumah semakin lama semakin membosankan. Suaminya, Panji, seorang workoholic sejati. Setiap hari pulang larut malam, susah sekali menemukan waktu berduaan, apalagi dengan lahirnya si kecil yang membutuhkan perhatian Novi sehari-hari. 

 

'I'll try ANYTHING' Pikir Novi.. Imajinasinya semakin terbawa dengan membaca artikel-artikel itu.. bahkan, entah sugesti atau bukan, Novi merasa sedikit terangsang ketika ia membaca sebuah cerita dewasa bertema 'Female Domination'.. cerita bagaimana seorang wanita take control terhadap kepuasan seksualnya sendiri. "Perlu juga nih untuk agak egois.. masa dia terus yang enak"  Novi tertawa kecil. Beberapa teman kantornya melirik dengan curiga. Novi pura-pura blo'on dan melanjutkan bacaannya.

 

Sebentar lagi ada long weekend, jadi merupakan kesempatan emas buat mereka berdua untuk spend time together, membangkitkan kembali gairah yang sudah sekian lama terpendam.. Rasa ingin tahunya semakin berkembang.. dari cerita-cerita itu Novi mulai mendapatkan gambaran apa yang dia inginkan untuk weekend bersama Panji..

 

___________________________

 

Ternyata cukup mudah untuk mempersiapkan peralatan,  cukup dengan jalan-jalan di mall, Novi telah mendapatkan apa yang ia butuhkan. Sebuah lingerie seksi berwarna hitam, lengkap dengan stocking dan garter belt, beberapa helai scarf, dan lakban listrik hitam. 'All set !' pikir Novi.

Hotel telah dipesan seminggu sebelumnya. Si kecil telah dititipkan di Oma dan Opa-nya. Novi terduduk di tempat tidur sambil nonton TV, tapi sebenarnya otaknya di tempat lain.

 'Am I crazy?' Novi penuh dengan keraguan.' Ahh, ini bukan waktunya ragu Nov… rugi udah sewa hotel' Novi berucap sambil menghela napas lalu beranjak ke kamar mandi membawa pakaian yang telah dibelinya. Sebelum masuk ke kamar mandi, Novi memencet tuts di blackberry-nya..

 

"KAMAR 307, HOTEL SULTAN, NOW"

 

Lalu Novi meng-click 'send'.. Suaminya pasti sekarang mash di kantor. Jam 8 malam dan dia masih di kantor, padahal besok cuti.. Novi kembali menghela napas, mengingat begitu sibuknya sang suami. Disatu sisi dia begitu mencintai Panji yang bekerja begitu keras untuk menghidupi keluarganya, tapi disisi lain Novi merasa begitu kesepian. 'It's time to take things on my own hands.. ngga bisa gini terus' ucap Novi dalam hati.

 

__________________________

 

Terdengar bunyi pintu diketuk dari luar.

"masuk" Novi menjawab dari dalam. Ada getaran dalam suaranya.

Panji menginjakan langkah pertamanya di dalam kamar hotel yang cukup luas. Ada rasa kesal dalam hati Panji, bisa terlihat di mukanya. Mendapatkan pesan dari istrinya yang begitu singkat tanpa keterangan. Ketika masih dikantor, Panji bertanya via blackberry, apa maksud dari pesannya itu, tapi istrinya tidak menjawab. Ketika di telepon pun tidak diangkat. Rasa khawatir dan sayang yang membawa Panji bergegas menuju hotel ini. Tapi semua rasa itu hilang, diganti dengan rasa bingung dan rasa gairah, melihat istrinya berdiri tegak di tengah ruangan. Novi terlihat begitu cantik, lekuk badan tubuhnya terpampang dengan sempurna melalui lingerie hitam berenda, dipadu dengan stocking dan garter belt-nya. Lipstick merah tua yang begitu menggoda, terlihat serasi dengan eyeshadow hitam yang membuat Novi tampak sedikit galak. Bedak yang cukup tebal membuat kulit mukanya terlihat lebih putih dari biasanya. High heels-nya mebuat Novi lebih tinggi dari ukuran badannya.

"ehm.. Mah? Ini kenapa ya?" Panji masih dalam keadaan shock

"Jangan banyak bicara deh yang, sini" Suara Novi masih terdengar agak gemetaran.. mencoba terdengar tegas, tapi agak dibuat-buat.

STEP ONE IS TO MAKE YOU AND HIM COMFORTABLE - Novi mengingat sebuah kalimat dari artikel di internet yang ia jadikan sebagai panduan.

"anjrit, gw tegang nih!" Novi berkata dalam hati.. Take a deep breath… Novi menggenggam tangan suaminya lalu menuntunnya untuk duduk di sisi tempat tidur..

"Sekarang bagian Mamah ya yang, kamu santai aja, enjoy pokoknya.. yang penting kamu nurut ya" Novi tersenyum nakal.

"Iya tapi ini apaan mah? bukannya papah ngga suka sih, tapi…" Panji terperanjat..

"Shhhhh… jangan banyak bicara" Novi menaruh jari telunjuk di bibir Panji.. Novi mulai percaya diri, dan Panji juga tampaknya mulai mengerti permainannya.

Novi membuka dengan pelan dasi merah yang dikenakan Panji.. 

Lalu dilanjutkan Novi yang dengan terampil membuka kameja.. sekilas bau khas Panji membuat Novi terpukau.. ngga pernah bosen loh, pikir Novi..

BE GENTLE - Dengan gerakan gemulai tapi cepat, Novi menggunakan dasi merah untuk mengikat mata Panji. 

"Mah! apa-apaan sih!" Panji kaget dan terlihat agak marah..

Kali ini Novi membuat diam Panji dengan melumat bibir Panji dengan ciuman mesra.. Novi menahan tangan Panji yang tadinya berniat untuk membuka ikatan matanya.. Ciuman Novi makin menggila.. Panji bisa merasakan lidah Novi mengitari sela2 mulutnya.. Panji-pun yang tadinya diliputi nafsu marah, diganti dengan nafsu yang lain.. Gerakan tangan yang tadinya punya misi membuka ikatan mata, berganti misi untuk memegang tubuh Novi.. tapi hal ini sudah diantisipasi Novi dengan menahan tangan Panji di samping badan..

"Sabar dong yang.. papah percaya sama mamah kan? apa kata mamah tadi? Ikutin kata mamah ya sekarang.. awas loh..tangannya jangan megang-megang..  udah di kasih warning yaa " Novi berkata sambil menjewer halus Panji.. meskipun tertutup matanya, Panji bisa membayangkan senyum nakal sang istri yang sepertinya lagi kerasukan setan itu.

Novi mulai menggerayangi tubuh Panji dengan ciumannya.. diawali dengan leher.. Panji mendesah nikmat.. Novi tahu persis titik titik lemah suaminya itu.. Novi turun menjilati puting suaminya yang sekarang tegak berdiri.. Panji agak tertawa kegelian.. 

"enak yah yang?" Novi bertanya manja

"enak mah.." Panji tersenyum kegelian..

"nakall.." Novi kembali menjewer telinga Panji, agak sedikit keras sekarang..

"aduhh.." Panji meringis..

"pura-pura kesakitan lagi.. enak juga" Novi tertawa

Novi kembali serius nyium dan menjilati tubuh Panji, sekarang kembali ke bagian leher.. 'that's his fave' pikir Novi..

Bener aja, belum berapa lama Novi menjilati leher Panji, tiba-tiba tangan Panji memegang lengan Novi, lalu mencium bibir Novi dengan penuh nafsu.. seketika Novi terkesima dan terbawa arus..

ALWAYS REMEMBER, YOU ARE IN CONTROL, NOT HIM - "Damn!!" Novi dengan susah payah berusaha melepaskan dari lumatan bibir Panji yang nampaknya sudah sangat bernafsu.. Dari segi tenaga, Novi memang cukup berimbang dengan Panji.. sehingga cukup mudah untuk melepaskan diri..

 

"Papah !! tadi mamah bilang apa? ngga boleh megang-megang kan?" Novi berusaha menenangkan diri..

 

"Ya elah mamah.. Papah udah kepingin nih, ayo dong.." Panji berkata dengan manja

 

"Don't fall into his trap Nov…" Kata hati Novi mengingatkan.. 

 

BE STRICT - "Ngga boleh Pah.. mana tangannya, sini.." Novi mengambil kedua tangan Panji, lalu menariknya ke belakang.. Novi mengambil lakban hitam yang sudah disiapkan di meja samping tempat tidur, lalu menggulungnya beberapa putaran di pergelangan tangan Panji, mengikat keduanya jadi satu.

 

"Mahh.. apa-apaan sihh.." Panji nampaknya ngga bisa nerima keadaan barunya sekarang.. dia berusaha melepaskan diri, tapi ikatan lakban itu ternyata cukup kuat…

 

"Udah percaya aja sama mamahh.. jangan berisik.. kalo masih berisik, tau kan berikutnya apa yang diiket?" Ujar Novi tegas.. masih ada rasa kesal sedikit akibat kecolongan di gerayangi suaminya sendiri tanpa ijin.

 

Panji nampaknya sadar, butuh gunting untuk membuka ikatan lakban tersebut, dan memutuskan untuk menyerah.. "Hemm, mau ngapain sih novi? ngga mungkin nyakitin gw deh.. liat aja deh apa maunya" Pikir Panji..

 

Novi mengelus-elus rambut Panji, sesekali mengecup pipi sang suaminya itu.. melihat suaminya dalam keadaan semi ngga berdaya begini meningkatkan gairah Novi.. "I can do whatever I want with him!" pikir Novi..

 

Sudah lama memang Novi merasa Panji kurang memanfaatkan waktu ketika foreplay.. entahlah, memang itu mungkin beda laki laki dengan wanita.. yang satu butuh foreplay lama, sedangkan laki laki hanya butuh sebentar saja sudah puas.. well no more! 

 

Novi kembali menciumi Panji dengan gairah… biasanya tangan panji yang lebih aktif memegang kepala Novi dan mengatur ritme ciuman.. kini karena tangan Panji terikat, Novi-lah yang mengarahkan.. kedua tangan Novi memegang kepala Panji, seakan jadi orkestra dari ciuman yang menggelora itu.. cukup lama ciuman itu sebelum Novi bergerak  kembali ke leher.. Panji reflek mencoba menggerakan tangannya, ingin memegang Novi, tapi tidak bisa.. ada rasa frustrasi sebenarnya, tapi disaat yang sama penis-nya semakin menegang.

 

"Sekarang bagian mamah ya yang.." Ujar Novi..

 

Novi mengarahkan kepala Panji untuk menciumi payudaranya yang masih tertutup lingerie.. terlihat Panji agak kesal lidahnya tertahan oleh bahan lingerie, padahal dia berekspektasi untuk merasakan putingnya Novi dimulutnya.. 

 

"ayo dong pah.. usaha" Ujar Novi..

 

Sebenarnya tanpa perlu disuruhpun Panji akan melakukannya.. dengan bantuan gigi dan lidah, cup lingerie yang menutup payudara kiri Novi akhirnya bergeser kebawah, dan Panji menikmati putting Novi yang sudah tegang..

 

"good boy..".. desah Novi, sambil merasa keenakan putingnya diputar-putar oleh lidah Panji.. Novi menggelnjing penuh dengan kenikmatan..

 

Supaya adil, Novi mengarahkan kepala panji ke payudara yang satunya lagi.. dan benar saja tanpa disuruh Panji dengan rakus menurunkan lingerie dan melumat putting sebelah kanan..

 

Dengan matanya yang tertutup, indera lidah dan penciuman Panji jadi lebih sensitif.. dia bisa merasakan tubuh Novi yang mulai berkeringat.. dengan haus ia menjilati setiap butir keringat yang ada.. "Apa novi selalu seenak ini?" Pikir Panji.. 

 

Novi merasa begitu nikmat.. tanpa sadar tangan kanan Novi sudah berada di selangkangannya, meraba vagina yang sudah mulai terasa lembab dan basah.. jari jemarinya mulai bergerak masuk..

 

"Ohhh.. " Novi mengeluarkan suara yang makin mebangkitkan nafsu Panji.. yang kemudian lalu semakin menenggelamkan kepalanya di gundukan payudara Novi.. Biasanya, disaat ini, Panji sudah meminta Novi untuk intercourse, dan most of the time, Novi akan rela.. tapi tidak kali ini..

 

Tiba-tiba Novi berhenti.. lalu  memapah Panji untuk turun dari tempat tidur..agak sulit dengan keadaan tangan yang terikat, tapi akhirnya sukses.. setelah itu Panji didudukan di kedua dengkulnya.. sementara Novi duduk di pinggir tempat tidur.. Novi memposisikan tubuhnya dan tubuh Panji, sehingga kini, kepala Panji tepat berada di selangkangan Novi.. 

 

"Ayo Pah.." dengan mesra Novi memandu kepala Panji semakin mendekati vaginanya.  Semakin dekat, Panji semakin bisa mencium aroma aduhai.. aroma yang dia sangat kenal. Tapi entah mengapa, mungkin efek karena matanya tertutup, aroma tersebut seperti berlipat.. 

 

Tanpa dikomando, Panji membenamkan kepalanya ke vagina Novi.. lidahnya haus mencari cari sumber dari aroma tersebut.. 

 

"Argghhh.. papahh.. teruss.." Novi merasa begitu nikmat.. Panji sibuk meliuk liukan lidahnya di dalam vagina Novi yang memang sudah basah itu.. rasa kecut terasa di lidahnya, dan aroma aduhai itu semakin memacu nafsu Panji.. 

 

"Terus yangg… argghh.." desah Novi.. Tangan kiri Novi meremas-remas payudaranya sendiri, sedangkan tangan kanannya sibuk memandu kepala Panji..

 

Novi merasakan aliran listrik membanjiri tubuhnya, merasakan kenikmatan luar biasa keluar dari seluruh pori-pori badan.. sejenak tubuhnya mengejang.. lalu mengeluarkan suara desahan yang dahsyat..

 

"ahhh… ahhhh.. ahhhhh… sayangg… ahhh.. papahh…" Novi merasakan orgasme pertamanya.. dengan lembut ia menjauhkan kepala Panji dari vaginanya.. terlihat bibir Panji terlihat agak basah.. tersenyum..

 

"Enak yah mah.. sekarang bagian papah" Panji terkekeh..

 

"eitsss.. lupa ya tadi mamah bilang apaa.. papah ngga boleh ngomong.. terpaksa nih mamah nyumpel mulut papah.." Novi nampak girang..

 

Panji merasakan bibir Novi mendekat, lalu mereka berciuman dengan sangat mesra.. mereka berdua bisa merasakan sedikit aroma aduhai milik Novi, tapi bukannya jijik, justru semakin menggairahkan mereka berdua..

 

Tiba-tiba Novi berhenti.. "ehm.. keenakan disumpel bibir mamah sihh.. anak bandel harus dihukum dulu pokoknya".. Panji merasakan kain dimasukain ke dalam mulutnya.. kain tersebut bahannya halus.. dan dilidah bisa terasa aroma aduhai.. 

 

"Biar Papah bisa ngerasain mamah terus, mamah sumpelin panties mamah yang seharian mamah pake" Novi semakin menjadi jadi..

 

Astagaa.. setan apa sih yang hinggap di istriku? Panji kebingungan.. tapi bukannya mencoba memuntahkan panties-nya Novi, Panji justru menikmati.. "Toh sama aja seperti meng-oral tadi kan rasanya" pikir Panji.

 

Setelah itu Panji merasakan bahan lain diikatkan, menutup mulutnya.. bahannya halus, ternyata Novi melepas stockingnya dan menggunakannya untuk mengikat mulut Panji, sehingga tidak bisa mengeluarkan panties yang ada di mulutnya.

 

"Hihi.. papah ngga bisa protes sekarang yaaa.. " Novi cekikikan..

 

"mmmphhhh.." Panji berusaha berbicara..

 

Novi makin menjadi jadi tertawa.. Muka Panji memerah.. tapi kembali justru penisnya semakin menegang dibalik celana..

 

"duh.. papah dari tadi udah kepingin ya.. sini-sini" Novi berkata manja.. membantu Panji berdiri ke dua kakinya.. setelah itu dilanjutkan membuka sabuk kulit.. lalu mempelorotkan celana panjang bahan Panji. Kini penis tegang Panji terlihat bentuknya dibalik celana dalam yang terlihat ketat.

 

"udah besar yah pah.. dari tadi udah pingin dikeluarin tuhh" ujar Novi nakal, sambil menyentuh ujung penis Panji..

 

"mmphhhh" Panji membalas tidak berdaya..

 

"Coba liat udah sebesar apaa" Novi berkata menurunkan celana dalam Panji.. terlihat penis yang sudah berdiri, urat-urat terlihat sudah menegang..

 

"Papahhh.. duh kasian udah mau bertelor itu piaraannya" ejek Novi.. 

 

Panji yang masih berdiri bergerak mendekati Novi yang masih duduk di pinggir tempat tidur.. lalu menggerak gerakan penisnya ke arah Novi..

 

"Maksudnya apa yah?" Novi pura-pura blo'on..

 

"mmphhhh.. !!! " Panji mulai frustrasi..

 

"hihihihi" Novi makin seneng ngeliat Panji yang tiba-tiba berubah menjadi manja.. menggesek-gesekan penisnya ke tubuh Novi..

 

"Si ade nakal nihh.. masa harus diiket juga?" Novi pura-pura galak

 

"mmphh???! mphhhh..!" Panji terlihat panik dan menggeleng geleng kepala..

 

"canda atuh pahh..masa tega sih.. sini-sini" Novi memegang penis Panji dengan lembut lalu seakan menggunakannya untuk mengontrol Panji untuk berjalan menuju kursi.

 

"duduk" Ujar Novi. Panji nurut.

 

Tiba-tiba Panji merasakan mulut Novi mengulum penis-nya.. astaga.. nikmat luar biasa.. Lidah Novi cukup terlatih, menggoyang penis Panji yang semakin tegang.. Panji mulai mengeluarkan suara-suara lenguhan, arti sudah hampir puncak..

 

"eits.. baru sebentar udah mau keluarin.. ga bolehh" Novi tiba-tiba berhenti

 

"Mamah belum puas nih.. papah udah mau puas duluan.. huh".. Novi pura pura ngambek.

 

"mmphhh… mphhh!!" rasa frustrasi Panji sudah di ubun-ubun.. puncak kenikmatan yang tadinya sudah dekat tiba-tiba sirna..

 

"Mamah mau papah nyamperin mamah dulu.. bentar ya mamah ngumpet dulu"

 

Astagaaaa… serius??? gue lagi terangsang pol kayak begini, dia malah mau main petak umpet!!?? yang bener ajaa..

 

_____________________________

 

Begitulah cerita bagaimana Panji sampan berada dalam kedaaan tangan terikat, mata tertutup dasi, mulut disumpal, dan duduk di kursi hotel. Penis masih berdiri dengan tegak. Seakan menandakan "I'm alive". You, you definitely are still alive Mr. Penis. Panji tertawa dalam hati.. Rasa frustrasi tapi sexual pleasure yang aneh merasuki di hati, menggoyahkan nilai-nilai sex yang selama ini dia ikuti. 

 

Yang ngebuat Panji bahagia adalah, sepertinya ini hanyalah baru setengah perjalanan, kita bahkan belum  making love!  And he's enjoying every minute of it. 

 

END OF PART 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


© Copyright 2018 bimabond. All rights reserved.

Add Your Comments:

Comments

avatar

Anonymous

avatar

Anonymous

Other Content by bimabond

More Great Reading

Popular Tags